Senin, 14 November 2011

SEA GAMES XXVI


SEA GAMES XXVI
Indonesia Sapu Bersih Medali Emas


PARADE KEMENANGAN -- Tim karateka putra Indonesia melakukan parade kemenangan dengan mengarak bendera Merah Putih usai pertandingan babak final kumite beregu putra SEA Games XXVI melawan tim Filipina di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (14/11). Tim kumite putra Indonesia berhasil menyumbangkan medali emas setelah memenangi pertandingan dengan skor 3-0. (Suara Karya/Hedi Suryono) Selasa, 15 November 2011

JAKARTA (Suara Karya): Tiada hari tanpa medali emas. Begitulah hasil perjuangan para olahragawan-olahragawati Indonesia hingga hari keempat pelaksanaan SEA Games XXVI, di Jakarta dan Palembang, Senin (14/11).
Medali emas terus diraih untuk kontingen Merah Putih dari hampir semua cabang yang dipertandingkan. Bahkan, beberapa cabang sudah memastikan menobatkan diri sebagai juara umum.
Prestasi luar biasa diraih atlet-atlet sepatu roda Indonesia. Mereka mampu menyapu bersih 12 emas yang diperebutkan pada cabang olahraga muka baru di ajang SEA Games ini. Sepatu roda Indonesia memastikan menjadi yang tercepat dan terkuat setelah Erlangga Ardianza Wibowo dan Ajeng Anindya menjuarai nomor 10.000 meter pada pertandingan akhir cabang tersebut di kompleks olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Senin sore.
Karate Indonesia yang sudah mendulang 10 emas juga memastikan menjadi yang terkuat. Cabang karate melengkapi merolehan medali emas menjadi 10 setelah pada hari terakhir kemarin, Senin (14/11), menambah dua medali emas lagi dari nomor kumite beregu putra dan putri.
Pelatih sepatu roda Indonesia, Bayu Bimantara, mengatakan, pihaknya merasa bangga atas prestasi yang diperoleh anak asuhannya di SEA Games XXVI 2011. "Kami sangat bersyukur atas kerja keras dan perjuangan anak-anak sehingga seluruh medali emas yang diperebutkan bisa kita raih. Namun, prestasi ini juga berkat dukungan masyarakat Indonesia terutama penonton di Palembang," katanya.
Jumlah keseluruhan atlet Indonesia yang diikutkan di seluruh nomor pertandingan cabang sepatu roda ini adalah 12 putra dan tujuh putri.
"Target awal kami adalah enam medali emas, dengan pertimbangan kami tidak menganggap remeh seluruh lawan terutama dari Thailand, Malaysia, dan Singapura," ungkapnya.
Pelatih tim karate Indonesia, Philip King, mengatakan, kunci sukses tim Indonesia adalah kekompakan tim yang terjalin dengan baik sejak awal. Termasuk dalam mempersiapkan diri sewaktu latihan. Hasil yang diperoleh tim Indonesia ini, menurut King, jauh melampaui target yang dicanangkan, yakni lima medali emas.
"Kita dari PB Forki menargetkan lima medali emas, sementara Satlak Prima meminta tujuh emas. Dengan hasil sepuluh emas ini, kita sudah melampaui target PB Forki dan target yang diminta Satlak Prima," kata Philip King kepada Suara Karya usai tim putra memenangkan pertandingan.
Dari arena pertandingan lainnya, emas juga mengalir untuk Indonesia. Atletik, taekwondo, gulat, menembak, bridge, dan vovinam makin menambah pundi-pundi emas Indonesia. Secara keseluruhan Indonesia berhasil mengoleksi 17 emas sehingga makin kukuh memimpin klasemen sementara perolehan medali.
Indonesia berada di puncak dengan 57 emas. Unggul 22 emas atas juara umum bertahan Thailand yang berada di posisi kedua dengan 35 emas. Vietnam menempati urutan ketiga dengan 27 emas. Setelah itu Singapura dan Malaysia di posisi keempat dan kelima.
Meski terus memimpin raihan emas, namun Indonesia belum mau bicara soal juara umum. Demikian dikemukakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang ditemui Suara Karya di Jakarta kemarin.
Dia menyatakan, perjalanan dan perjuangan masih panjang sehingga seluruh jajaran kontingen Indonesia masih harus bekerja keras dan waspada. Dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk terus memberikan dorongan semangat bagi para atlet Merah Putih.
Kendati terlihat optimistis, Andi belum mau memastikan Indonesia juara umum SEA Games XXVI ini. Sebab, menurut dia, perjalanan belum setengahnya karena total medali emas yang diperebutkan adalah 551 keping.
"Tidak usah buru-buru menyatakan juara umum karena perjalanan masih panjang. Ini baru hari keempat. Tapi, mudah-mudahan keunggulan Indonesia sebagai pemimpin klasemen bisa terus dipertahankan sampai SEA Games berakhir," ujar Andi.

Duka di Bulutangkis

Di tengah-tengah pesta emas itu, ternyata ada kabar kegagalan dari bulutangkis. Olahraga kebanggaan Indonesia itu gagal meraih emas beregu putri setelah dikalahkan Thailand 1-3 di final. Namun, Indonesia berharap bisa merebut emas beregu putra yang finalnya akan dimainkan hari ini. Indonesia bertemu dengan musuh bebuyutan: Malaysia.
Manajer Tim Bulutangkis Indonesia Maria Fransisca mengatakan, tim putri sudah berjuang maksimal saat bertarung melawan Thailand pada final nomor beregu SEA Games 2011 di Istora Senayan, Jakarta, Senin malam.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya juga berterima kasih kepada anak-anak yang telah berjuang memberikan yang terbaik," kata Maria saat jumpa pers setelah pertandingan.
Indonesia gagal menyumbangkan emas setelah kalah 1-3 dari unggulan pertama Thailand dan harus puas meraih medali perak. Sedangkan perunggu direbut Malaysia dan Singapura. "Target untuk tim putri Indonesia memang medali perak atau emas, namun ternyata dapatnya perak. Kita belum beruntung," ujar Maria.
Menurut Pelatih Kepala Tim Indonesia, Christian Hadinata, Thailand yang sudah memimpin 2-1 membuat beban pasangan Vita/Natsir yang tampil di partai keempat makin berat sehingga memengaruhi permainan mereka.
"Anak-anak sudah bermain all out, namun masalahnya adalah Thailand sudah memimpin 2-1 sehingga pemain menjadi terbebani. Coba kalau tim kita memimpin 2-1, pasti hasilnya akan berbeda," kata mantan pebulutangkis era 1970-an itu. (Markon/Ashari/Syamsudin/Gungde Ariwangsa)
Namun sayang,duka juga terjadi di tim sepakbola yang harus puas meraih perak.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar